Aku Hanya Najihah..

Hanya sekadar nama..

HIBURAN MENDIDIK JIWA

RABBANI - MANA MILIK KITA

Mana milik kita
Tidak ada milik kita
Semua yang ada
Allah yang punya

Tidak ada kita punya
Kita hanya mengusahakan saja
Apa yang kita dapat
Allah sudah sediakannya

Kita Allah punya
Dunia ini ciptaan-Nya
Miliklah apa saja
Tidak terlepas dari ciptaan-Nya

Mana kita punya
Tidak ada kepunyaan kita
Kita hanya mengusahakan
Apa yang telah ada

Mengapa kita sombong
Memiliki Allah punya
Mengapa tidak malu
Kepada Allah yang empunya

Patut bersyukur kepada Allah
Yang memberi segalanya
Malulah kepada Allah
Kerana milik Ia punya

Janganlah berbangga
Apa yang ada pada kita
Kalau Allah tidak beri
Kita tidak punya apa-apa

Janganlah mengungkit
Mengungkit jasa kita
Jasa kita di sisi-Nya
Yang sebenarnya Allah punya

Marilah kita bersyukur
Bukan berbangga
Bersyukur kepada Allah
Bukan mengungkit jasa

Gunakanlah nikmat Allah itu
Untuk khidmat kepada-Nya
Selepas itu lupakan saja
Agar tidak mengungkit-ungkitnya




RABBANI - MUNAJAT

Tuhan
Kubisikkan kerinduan
Keinsafan
Pengharapan

Tuhan
Kusembahkan pengorbanan
Membuktikan kecintaan

Bisikanku untuk-Mu
Munajatku mohon restu
Semoga cintaku bukan palsu
Pada desiran penuh syahdu
Gelombang lautan rinduku

Tuhan
Kubisikkan kerinduan
Keinsafan
Pengharapan

Tuhan
Kusembahkan pengorbanan
Membuktikan kecintaan

Munajatku dalam syahdu
Merindui maghfirah-Mu
Mardhiah-Mu dalam restu
Harapan tulusnya hatiku

Kurindukan pimpinan-Mu
Keagungan-Mu dalam doaku
Kebesaran pada qudrat-Mu
Ia membina ruhaniku

Tuhan
Kubisikkan kerinduan
Keinsafan
Pengharapan

Tuhan
Kusembahkan pengorbanan
Membuktikan kecintaan

Ujian kepahitan
Di dalam perjuangan
Padanya ada kemanisan
Ketenangan dan kebahagiaan
Padanya syurga idaman




HIJJAZ - SEBELUM TERLENA

Sebelum mata terlena
Di buaian malam gelita
Tafakurku di pembaringan
Mengenangkan nasib diri

Yang kerdil lemah yang bersalut dosa
Mampukah ku mengharungi titian sirat nanti
Membawa dosa yang menggunung tinggi
Terkapai ku mencari limpahan hidayah Mu

Agar terlerai kesangsian hati ini
Sekadar air mata tak mampu membasuhi dosa ini

Sebelum mata terlena
Dengarlah rintihan hati ini
Tuhan beratnya dosa ku
Tak daya ku pikul sendiri

Hanyalah rahmat dan kasih sayang Mu
Yang dapat meringankan hulurkan maghfirah Mu
Andainya esok bukan milik ku lagi
Dan mata pun ku tak pasti akan terbuka lagi

Sebnelum berangkat ke daerah sana
Lepaskan beban ini
Yang mencengkam jiwa dan raga ku

Selimut diri ku
Dengan sutra kasih sayang Mu
Agar lena nanti ku mimpikan
Syurga yang indah abadi

Pabila ku terjaga
Dapat lagi ku rasai
Betapa harumnya
Wangian syurga firdausi oh Ilahi

Disepertiga malam
Sujud ku menghambakan diri
Akan ku teruskan pengabdian ku pada Mu




HIJJAZ - MUNAJAT SEORANG HAMBA

Dikala malam sunyi sepi
Bani insan tenggelam dalam mimpi
Musafir yang malangini pergi membasuh diri
Untuk mengadap mu oh tuhan

Lemah lutut ku berdiri
Di hadapan mu tangisanku keharuan
Hamba yang lemah serta hina
Engkau terima jua mendekati
Bersimpuh dibawah duli kebesaran-Mu

Tuhan hamba belum pasti
Bagaimana penerimaanmu
Dikala mendengar pengaduanku
Ku yakin kau tak mungkiri
Dalam wahyu yang Kau nuzulkan
Kau berjanji menerima pengaduanku

Dan Kau berjanji sudi mengampunkan ku
Dari segala dosa yangku lakukan

Ampunan mu tuhan
Lebih besar dari kesalahan insan
Hamba yakin pada keampunanmu tuhan
Bukan tidak redha dengan ujian
Cuma hendak mengadu pada mu
Tempat hamba kembali nanti di sana





HIJJAZ - RIMBUNAN KEAMPUNAN


Ku mengintai ketenangan di antara kekalutan
Kerana keinginan tidak pernah kesampaian
Ku kutip sisa-sisa dari segala keruntuhan
Bangkit semula meneruskan baki perjalanan

Ku menghimpun kekuatan ku memohon ketabahan
Meredah gelombang hidup dan dugaan mencabar
Ku anggap kegagalan bukan suatu kekalahan
Tapi suatu kejayaan yang masih tertunda

Ku minta diberikan sejenak kesempatan
Untuk ku ulangi kembali langkah pertama
Keperitan yang ku rasa mengajar erti kesabaran
Menyedarkan ku insan memerlukan Mu Oh Tuhan

Di rimbun keampunan ku mencari keredhaan
Melerai segala kusut dan kecamuk dihati
Ku cari kejernihan di segenap ruang maya
Masih ku sedar ku sedang diperhatikan Mu Oh Tuhan





HIJJAZ - TERIMALAH AKU

Terkedu aku pada sapaan memori lalu
Mula menerjah di ruang fikiranku
Bayangan dosa silam mengusik hati
Tanpa sempatku bendungi lagi

Sering tertanya adakah derita tiada hujungnya
Apakah airmata tiada ertinya
Mengapa harus aku terleka dan jua alpa
Bahwa dunia sementara Cuma

Sekian lama aku meniti bara-bara dunia
Mencari segenggam rahmat sinaran iman
Dalam tadahan doa jua amalan diri
Agar hidup matiku hanyalah untukMu

Terima kasih Tuhan yang Maha Pengasih
Di atas rahmat yang Kau limpahkan
Bagaimana harus aku untuk membalasnya
Tanda cintaku kepadaMu
Kau kekasih hati

Moga ku temui sinaran suci
Di sebalik onak duri tajam menikam

Biarpun luka masih berbisa
Darah mengalir pekat untuk selamanya
Akan ku capainya jua

Terimalah aku
Ku lemah tiada berdaya
Selaut kasihMu akan ku tadah
Biarpun diriku terasa hina

Engkau yang Maha Pengasih
Engkau yang Maha Penyayang
Hamba datang mohon pertolongan
Terimalah dari segala taubat




HIJJAZ - KE DALAM DIRI

Ku sandarkan lelah
Di sayap malam merebahkan minda
Membius keharuman dunia
Nan bersleirat di relung jiwa

Kucuba lelapkan semua indera
Namun tak berdaya
Sejuta keresahan melanda
Tak membenarkan sepicing lena

Diriku bak cericau
Terpenjara di sangkar dosa
Daun pintunya sentiasa terbuka
Melunak kebebasan

Ya Rabbal Izzati
Kembalikan aku ke dalam diriku semula
Agar sempat untuk bersuara
Lafaz taubat nasuha

Ku bimbang seandainya tiada lagi buatku
Suatu hari menjelma bernama esok
Kuragui seandainya tidak sempat untukku
Menghirupi bayu walau sehela Cuma

Kuhanyutkan sisa
Dengan tadahan tangan penuh luka
Mengharap keredupan pawana
Langit akhirat terbentang megah



0 comments:

Post a Comment